Aloe Socotrina
Lidah Buaya SokotraSocotrine Aloes
Gambaran UmumOverview
(ALOE)
(ALOE)
Remedi yang sangat baik untuk membantu memulihkan keseimbangan alami (fisiologis) tubuh setelah terlalu banyak minum obat, ketika gejala penyakit dan gejala akibat obat sudah sangat bercampur. Tidak ada remedi yang lebih kaya akan gejala bendungan darah pada pembuluh vena porta (kongesti portal) dan tidak ada yang memberi hasil klinis lebih baik, baik untuk kondisi penyakit utamanya maupun untuk gejala-gejala ikutannya. Efek buruk dari gaya hidup atau kebiasaan banyak duduk. Terutama cocok untuk pasien bertipe limfatik dan pasien yang selalu khawatir dirinya sakit (hipokondria). Gejala-gejala pada rektum biasanya menentukan pemilihan remedi ini. Cocok untuk orang yang mudah lelah, orang lanjut usia, orang yang lamban dan berwatak dingin (flegmatis), serta peminum bir menahun. Merasa tidak puas dan marah pada diri sendiri, bergantian dengan sakit pinggang (lumbago). Rasa panas di dalam dan di luar tubuh. Telah berhasil digunakan dalam pengobatan TBC paru dengan memberikan sarinya yang murni.
An excellent remedy to aid in re-establishing physiological equilibrium after much dosing, where disease and drug symptoms are much mixed. There is no remedy richer in symptoms of portal congestion and none that has given better clinical results, both for the primary pathological condition and secondary phenomena. Bad effects from sedentary life or habits. Especially suitable to lymphatic and hypochondriacal patients. The rectal symptoms usually determine the choice. Adapted to weary people, the aged, and phlegmatic, old beer-drinkers. Dissatisfied and angry about himself, alternating with lumbago. Heat internally and externally. Has been used successfully in the treatment of consumption by giving the pure juice.
KepalaHead
Sakit kepala bergantian dengan sakit pinggang, disertai gangguan usus dan rahim. Enggan melakukan kerja otak. Nyeri di atas dahi, disertai rasa berat di mata, sehingga harus setengah memejamkan mata. Sakit kepala setelah buang air besar. Nyeri tumpul dan menekan; memburuk karena panas.
Headache alternates with lumbago, with intestinal and uterine affections. Disinclination to mental labor. Aches above forehead, with heaviness in eyes, must partially close them. Headache after stool. Dull, pressive pain; worse from heat.
MataEyes
Terpaksa menyipitkan mata saat nyeri di dahi. Ada kilatan berkelip-kelip di depan mata. Mata merah disertai penglihatan kekuningan. Nyeri jauh di dalam rongga mata (orbita).
Compelled to make small during pain in forehead. Flickering before eyes. Redness of eyes with yellow vision. Pain deep in orbits.
WajahFace
Bibir sangat merah.
Marked redness of lips.
TelingaEars
Bunyi berderak saat mengunyah. Bunyi letusan dan dentangan tiba-tiba di telinga kiri. Bunyi berdenting di dalam kepala, seperti bunyi bola logam tipis yang pecah berkeping-keping.
Cracking when chewing. Sudden explosion and clashing in left ear. Tinkling as of some thin, shivered, metallic globe in head.
HidungNose
Ujung hidung terasa dingin. Mimisan pada pagi hari saat bangun tidur. Hidung penuh kerak.
Coldness of tip. Bleeding in morning on awakening. Full of crusts.
MulutMouth
Rasa pahit dan asam di mulut. Sendawa tanpa rasa. Bibir pecah-pecah dan kering.
Taste bitter and sour. Tasteless eructations. Lips cracked and dry.
TenggorokanThroat
Gumpalan tebal lendir yang liat. Pembuluh balik di tekak (faring) melebar seperti varises. Rasa kering dan seperti tergores.
Thick lumps of tough mucus. Varicose condition of veins in pharynx. Dry, scrapy feeling.
LambungStomach
Tidak suka daging. Sangat menginginkan makanan yang banyak airnya. Setelah makan, perut kembung, rasa berdenyut di rektum, dan gairah seksual terangsang. Mual, disertai sakit kepala. Nyeri di ulu hati saat salah melangkah.
Aversion to meat. Longing for juicy things. After eating, flatulence, pulsation in rectum and sexual irritation. Nausea, with headache. Pain in pit when making false step.
PerutAbdomen
Nyeri di sekitar pusar, memburuk karena ditekan. Rasa penuh di daerah hati, nyeri di bawah tulang rusuk kanan. Perut terasa penuh, berat, panas, dan kembung. Nyeri berdenyut di sekitar pusar. Rasa lemas, seolah-olah akan diare. Banyak sekali gas tertimbun yang menekan ke bawah, menimbulkan rasa tidak nyaman di usus bagian bawah. Sensasi seperti ada sumbat di antara tulang kemaluan (symphysis pubis) dan tulang ekor (os coccygis), disertai desakan ingin buang air besar. Mulas melilit (kolik) sebelum dan selama buang air besar. Kentut banyak dan terasa panas membakar.
Pain around navel, worse pressure. Fullness in region of liver, pain under right ribs. Abdomen feels full, heavy, hot, bloated. Pulsating pain around navel. Weak feeling, as if diarrhoea would come on. Great accumulation of flatus, pressing downwards, causing distress in lower bowels. Sensation of plug between symphysis pubis and os coccygis, with urging to stool. Colic before and during stool. Burning, copious flatus.
RektumRectum
Rektum terus-menerus terasa terdesak ke bawah; berdarah, perih, dan panas; membaik dengan air dingin. Rasa lemah dan hilangnya kekuatan otot penutup anus (sfingter ani). Rektum terasa seperti tidak bisa menahan saat buang angin. Tidak yakin apakah yang akan keluar gas atau feses. Feses keluar tanpa usaha, hampir tanpa disadari. Feses bergumpal-gumpal dan berair. Feses seperti jeli, disertai rektum terasa perih setelah buang air besar. Banyak lendir, disertai nyeri di rektum setelah buang air besar. Wasir menonjol keluar seperti buah anggur; sangat perih dan nyeri bila disentuh; membaik dengan kompres air dingin. Rasa terbakar di anus dan rektum. Sembelit (konstipasi), disertai tekanan berat di perut bagian bawah. Diare akibat minum bir.
Constant bearing down in rectum; bleeding, sore, and hot; relieved by cold water. Feeling of weakness and loss of power of sphincter ani. Sense of insecurity in rectum, when passing flatus. Uncertain whether gas or stool will come. Stool passes without effort, almost unnoticed. Lumpy, watery stool. Jelly-like stools, with soreness in rectum after stool. A lot of mucus, with pain in rectum after stool. Haemorrhoids protrude like grapes; very sore and tender; better cold water application. Burning in anus and rectum. Constipation, with heavy pressure in lower part of abdomen. Diarrhoea from beer.
Saluran KemihUrinary
Tidak mampu menahan kencing (inkontinensia) pada orang lanjut usia, disertai rasa terdesak ke bawah dan pembesaran prostat. Urin sedikit dan berwarna pekat.
Incontinence in aged, bearing-down sensation and enlarged prostate. Scanty and high colored.
WanitaFemale
Rektum terasa terdesak ke bawah, memburuk saat berdiri dan selama haid. Rahim terasa berat, sehingga tidak bisa banyak berjalan. Nyeri seperti hendak melahirkan di pinggang, menjalar turun ke tungkai. Perdarahan pada masa menopause (klimakterium). Haid datang terlalu cepat dan terlalu banyak.
Bearing down in rectum, worse standing and during menses. Uterus feels heavy, cannot walk much on that account. Labor-like pains in loins; extend down legs. Climacteric haemorrhage. Menses too early and too profuse.
PernapasanRespiratory
Batuk pada musim dingin, disertai rasa gatal. Napas sulit, disertai nyeri menusuk dari hati ke dada.
Winter coughs, with itching. Difficult respiration, with stitches from liver to chest.
PunggungBack
Nyeri di pinggang; memburuk karena bergerak. Nyeri menusuk menembus tulang kelangkang (sakrum). Sakit pinggang bergantian dengan sakit kepala dan wasir.
Pain in small of back; worse moving. Stitches through sacrum. Lumbago alternating with headache and piles.
EkstremitasExtremities
Semua anggota badan terasa lemah seperti lumpuh. Nyeri seperti ditarik-tarik di sendi. Telapak kaki nyeri saat berjalan.
Lameness in all limbs. Drawing pains in joints. Soles pain when walking.
ModalitasModalities
Memburuk: dini hari; musim panas; panas; cuaca panas dan kering; setelah makan atau minum. Membaik: udara dingin dan udara terbuka.
Worse early morning; summer; heat; in hot, dry weather; after eating or drinking. Better from cold, open air.
HubunganRelationship
Komplementer: Sulphur; bandingkan: Kali bich; Lycop; Allium sat.
Complementary: Sulphur; compare: Kali bich; Lycop; Allium sat.
Antidot: Opium; Sulph.
Antidotes: Opium; Sulph.
DosisDose
Potensi keenam dan yang lebih tinggi. Pada gangguan rektum, berikan beberapa dosis potensi ketiga, lalu tunggu.
Sixth potency and higher. In rectal conditions, a few doses of the third, then wait.