Camphora
Kamfer (Kapur Barus)Camphor
Gambaran UmumOverview
Hahnemann berkata: "Kerja zat ini sangat membingungkan dan sulit diselidiki, bahkan pada organisme yang sehat, karena kerja primernya, lebih sering daripada remedi lain mana pun, silih berganti dan bercampur dengan reaksi vital (efek susulan) dari organisme. Karena itu, sering kali sulit menentukan mana yang termasuk reaksi vital tubuh dan mana yang termasuk efek silih berganti akibat kerja primer Camphor."
Hahnemann says: "The action of this substance is very puzzling and difficult of investigation, even in the healthy organism because its primary action, more frequently than with any other remedy, alternates and becomes intermixed with the vital reactions (after effects) of the organism. On this account it is often difficult to determine what belongs to the vital reactions of the body and what to the alternating effects due to the primary action of the camphor."
Menggambarkan keadaan kolaps (tubuh ambruk). Seluruh tubuh dingin seperti es; kekuatan tiba-tiba merosot; denyut nadi kecil dan lemah. Setelah operasi, bila suhu tubuh di bawah normal dan tekanan darah rendah, berikan 3 dosis camph. 1x dengan selang waktu 15 menit. Keadaan ini dijumpai pada kolera, dan di sinilah Camphor meraih ketenaran klasiknya. Tahap awal pilek (selesma), disertai rasa menggigil kedinginan dan bersin. Otot berkedut-kedut (subsultus) dan sangat gelisah. Sendi berbunyi berderak. Kejang menyerupai epilepsi. Camphor memiliki hubungan langsung dengan otot dan fasia (selaput pembungkus otot). Diperlukan pada gangguan rematik setempat di daerah beriklim dingin. Pembuluh balik (vena) melebar. Sebagai perangsang jantung untuk keadaan darurat, Camphor adalah remedi yang paling memuaskan. Berikan dalam dosis tetesan di atas gula, bahkan hingga setiap lima menit sekali.
Pictures a state of collapse. Icy coldness of the whole body; sudden sinking of strength; pulse small and weak. After operations, if temperature is subnormal, low blood pressure, 3 doses camph. 1x, 15-minute intervals. This condition is met with in cholera, and here it is that Camphor has achieved classical fame. First stages of a cold, with chilliness and sneezing. Subsultus and extreme restlessness. Cracking of joints. Epileptiform convulsions. Camphor has a direct relationship to muscles and fascia. In local rheumatic affections in cold climates necessary. Distention of veins. As a heart stimulant for emergency use of Camphor is the most satisfactory remedy. Drop doses on sugar as often as every five minutes.
Ciri khas Camphor adalah pasien tidak mau diselimuti, walaupun tubuhnya dingin seperti es. Salah satu remedi utama pada syok. Nyeri membaik saat memikirkannya. Sangat peka terhadap dingin dan sentuhan. Akibat lanjutan (sekuele) dari campak. Kejang hebat, disertai pikiran melantur dan kegelisahan histeris. Kejang kaku seperti tetanus. Terutama mengenai anak-anak skrofula serta orang berambut pirang yang mudah tersinggung dan lemah.
It is characteristic of Camphor that the patient will not be covered, notwithstanding the icy coldness of the body. One of the main remedies in shock. Pain better while thinking of it. Very sensitive to cold and to touch. Sequelae of measles. Violent convulsion, with wandering and hysterical excitement. Tetanic spasms. Scrofulous children and irritable, weakly blondes especially affected.
KepalaHead
Pusing berputar (vertigo), cenderung tidak sadarkan diri, merasa seolah-olah akan mati. Influenza; sakit kepala disertai gejala radang selaput lendir (katar), bersin, dsb. Nyeri berdenyut di otak kecil (serebelum). Keringat dingin. Hidung dingin dan tampak menciut. Lidah dingin, lembek, gemetar. Nyeri menusuk yang cepat datang dan pergi di daerah pelipis dan rongga mata. Kepala terasa nyeri seperti luka. Denyutan di kepala bagian belakang (oksiput), seirama dengan denyut nadi.
Vertigo, tendency to unconsciousness, feeling as if he would die. Influenza; headache, with catarrhal symptoms, sneezing, etc. Beating pain in cerebellum. Cold sweat. Nose cold and pinched. Tongue cold, flabby, trembling. Fleeting stitches in temporal region and orbits. Head sore. Occipital throbbing, synchronous with the pulse.
MataEyes
Pandangan terpaku, menatap kosong; pupil melebar. Sensasi seolah-olah semua benda terlalu terang dan berkilauan.
Fixed, staring; pupils dilated. Sensation as if all objects were too bright and glittering.
HidungNose
Tersumbat; bersin-bersin. Pilek encer yang mengalir saat cuaca berubah tiba-tiba. Hidung dingin dan tampak menciut. Mimisan (epistaksis) yang terus-menerus, terutama disertai kulit merinding.
Stopped; sneezing. Fluent coryza on sudden change of weather. Cold and pinched. Persistent epistaxis, especially with goose-flesh state of skin.
WajahFace
Pucat, kuyu, tampak cemas, raut wajah berubah tidak wajar; kebiruan, dingin. Keringat dingin.
Pale, haggard, anxious, distorted; bluish, cold. Cold sweat.
LambungStomach
Nyeri menekan di ulu hati. Rasa dingin, diikuti rasa terbakar.
Pressive pain in pit of stomach. Coldness, followed by burning.
FesesStool
Kehitaman; keluar tanpa disadari. Kolera Asia, disertai kram pada betis, tubuh dingin, rasa cemas yang amat sangat, sangat lemah, kolaps, lidah dan mulut dingin.
Blackish; involuntary. Asiatic cholera, with cramps in calves, coldness of body, anguish, great weakness, collapse, tongue and mouth cold.
UrinUrine
Rasa terbakar dan kencing menetes disertai nyeri (stranguria), dengan rasa terus ingin berkemih (tenesmus) pada leher kandung kemih. Urin tertahan meskipun kandung kemih penuh.
Burning and strangury, with tenesmus of the neck of the bladder. Retention with full bladder.
Pria--Gairah seksual meningkat. Ereksi nyeri dengan penis melengkung (kordi). Ereksi terus-menerus yang nyeri (priapismus). Keluar air mani di malam hari (mimpi basah).
Male--Besire increased. Chordee. Priapism. Nightly emissions.
PernapasanRespiratory
Rasa tertekan dan tidak nyaman di daerah jantung (prekordium). Sesak napas (dispnea) yang terasa mencekik. Asma. Batuk hebat, kering, pendek-pendek dan terputus-putus. Jantung berdebar-debar (palpitasi). Napas terasa dingin. Napas terhenti.
Praecordial distress. Suffocative dyspnoea. Asthma. Violent, dry, hacking cough. Palpitation. Breath cold. Suspended respiration.
TidurSleep
Sulit tidur (insomnia), disertai anggota badan dingin. Otot berkedut-kedut (subsultus) dan sangat gelisah.
Insomnia, with cold limbs. Subsultus and extreme restlessness.
EkstremitasExtremities
Nyeri rematik di antara kedua bahu. Sulit bergerak. Mati rasa, kesemutan, dan rasa dingin. Sendi berbunyi berderak. Kram pada betis. Kaki dingin seperti es, pegal seolah-olah terkilir.
Rheumatic pain between shoulders. Difficult motion. Numbness, tingling and coldness. Cracking in joints. Cramps in calves. Icy cold feet, ache as if sprained.
DemamFever
Denyut nadi kecil, lemah, lambat. Seluruh tubuh dingin seperti es. Keringat dingin. Menggigil disertai bendungan darah (kongestif). Lidah dingin, lembek, gemetar.
Pulse small, weak, slow. Icy coldness of the whole body. Cold perspiration. Congestive chill. Tongue cold, flabby, trembling.
KulitSkin
Dingin, pucat, biru, lebam kebiruan. Tidak tahan diselimuti (Secale).
Cold, pale, blue, livid. Cannot bear to be covered (Secale).
ModalitasModalities
Memburuk: gerakan, malam hari, sentuhan, udara dingin. Membaik: kehangatan.
Worse, motion, night, contact, cold air. Better, warmth.
HubunganRelationship
Camphor menjadi antidot atau mengubah kerja hampir semua obat dari tumbuh-tumbuhan--tembakau, opium, obat cacing, dsb. Laffa acutangula (seluruh tubuh dingin seperti es, disertai gelisah dan cemas; haus seperti terbakar). Camphoric acid (asam kamforat)--(pencegah demam akibat pemasangan kateter; radang kandung kemih (sistitis) 15 grain tiga kali sehari; juga untuk mencegah keringat malam).
Camphor antidotes or modifies the action of nearly every vegetable medicine--tobacco, opium, worm medicines, etc. Laffa acutangula (whole body ice-cold, with a restlessness and anxiety; burning thirst). Camphoric acid--(a prophylactic against catheter fever; cystitis 15 grains three times a day; also for prevention of night sweats).
Inkompatibel: Kali nit.
Incompatible: Kali nit.
Komplementer: Canth.
Complementary: Canth.
Antidot: Opium; Nitr sp dulc; Phos.
Antidotes: Opium; Nitr sp dulc; Phos.
Bandingkan: Carbo; Cuprum; Arsenic; Veratr.
Compare: Carbo; Cuprum; Arsenic; Veratr.
DosisDose
Tingtur, dalam dosis tetesan, sering diulang, atau dengan menghirup spiritus kamfer (larutan kamfer dalam alkohol). Pemberian dalam bentuk potensi juga sama efektifnya.
Tincture, in drop doses, repeated frequently, or smelling of Spirits of Camphor. Potencies are equally effective.