Arum Triphyllum
Tumbuhan Pengkhotbah di MimbarJack-in-the-Pulpit
Gambaran UmumOverview
Arum maculatum, Italicum, dan Dracontium memiliki kerja yang sama dengan Triphyllum. Semuanya mengandung racun yang mengiritasi (iritan), yang menyebabkan radang pada permukaan selaput lendir dan kerusakan jaringan. Sifat pedas yang mengikis (akrid) adalah ciri utama dari cara kerja khas Arum.
Arum maculatum, Italicum, Dracontium, have the same action as the Triphyllum. They all contain an irritant poison, causing inflammation of mucous surfaces and destruction of tissue. Acridity is the keynote of the kind of action characteristic of Arum.
KepalaHead
Membenamkan kepala dalam-dalam ke bantal. Sakit kepala karena pakaian yang terlalu hangat, karena kopi panas.
Bores head in pillow. Headache from too warm clothing, from hot coffee.
MataEyes
Kelopak mata atas bergetar, terutama yang kiri.
Quivering of upper eyelids, especially left.
HidungNose
Lubang hidung terasa perih. Cairan hidung pedas dan mengikis kulit, menimbulkan luka lecet. Hidung tersumbat; harus bernapas lewat mulut. Mengorek-ngorek ke dalam hidung. Pilek (koriza); cairannya encer dan bercampur garis-garis darah. Hidung tersumbat sama sekali, tetapi tetap mengeluarkan cairan yang mengalir dan pedas. Alergi serbuk sari (rinitis alergi), disertai nyeri di atas pangkal hidung. Keropeng besar di bagian atas dalam hidung sebelah kanan. Wajah terasa pecah-pecah, seolah-olah terkena angin dingin; terasa panas. Terus-menerus mengorek hidung sampai berdarah.
Soreness of nostrils. Acrid, excoriating discharge, producing raw sores. Nose obstructed; must breathe through mouth. Boring in the nose. Coryza; discharge blood-streaked, watery. Nose completely stopped, with fluent, acrid discharge. Hay-fever, with pain over root of nose. Large scabs high up on right side of nose. Face feels chapped, as if from cold wind; feels hot. Constant picking at nose until it bleeds.
MulutMouth
Rasa lecet di atap mulut dan langit-langit. Bibir dan langit-langit lunak terasa perih dan panas seperti terbakar. Bibir pecah-pecah dan terasa panas seperti terbakar. Sudut mulut perih dan pecah-pecah. Lidah merah dan perih; seluruh mulut terasa lecet. Mengorek-ngorek bibir sampai berdarah. Air liur banyak, pedas, dan mengikis.
Raw feeling at roof and palate. Lips and soft palate sore and burning. Lips chapped and burning. Corners of mouth sore and cracked. Tongue red, sore; whole mouth raw. Picking lips until they bleed. Saliva profuse, acrid, corroding.
TenggorokanThroat
Kelenjar di bawah rahang (submandibula) membengkak. Tenggorokan terasa menyempit dan bengkak; panas seperti terbakar; lecet. Terus-menerus berdehem untuk mengeluarkan lendir. Suara serak. Banyak lendir yang dikeluarkan sebagai dahak. Paru-paru terasa sakit. Sakit tenggorokan pendeta, yaitu akibat terlalu banyak memakai suara. Suara tidak stabil dan tidak dapat dikendalikan. Memburuk: berbicara, bernyanyi.
Swelling of sub-maxillary glands. Constricted and swollen; burns; raw. Constant hawking. Hoarseness. Expectoration of much mucus. Lungs feel sore. Clergyman's sore throat. Voice uncertain, uncontrollable. Worse, talking, singing.
KulitSkin
Ruam merah terang; permukaan kulit lecet dan berdarah di bagian mana saja. Impetigo menular (impetigo contagiosa).
Scarlet rash; raw, bloody surfaces anywhere. Impetigo contagiosa.
ModalitasModalities
Memburuk: angin barat laut; berbaring.
Worse, northwest wind; lying down.
HubunganRelationship
Bandingkan: Ammon carb; Ailanthus; Cepa.
Compare: Ammon carb; Ailanthus; Cepa.
Antidot: Susu mentega; Acet ac; Puls.
Antidotes: Buttermilk; Acet ac; Puls.
DosisDose
Potensi ketiga hingga ketiga puluh.
Third to thirtieth potency.