Baptisia Tinctoria
Tumbuhan Nila LiarWild Indigo
Gambaran UmumOverview
(BAPTISIA)
(BAPTISIA)
Gejala-gejala remedi ini bersifat lemah tak bertenaga (astenik), menyerupai demam ringan yang melemahkan tubuh, keadaan darah yang terinfeksi kuman (septik), keracunan malaria, dan kondisi lemas sekali. Perasaan sakit yang sulit dilukiskan. Selalu ada rasa pegal dan nyeri otot yang hebat serta tanda-tanda pembusukan. Semua buangan tubuh berbau busuk — napas, feses, urin, keringat, dan sebagainya. Flu (influenza) yang mewabah. Keracunan usus menahun (toksemia usus) pada anak-anak, dengan feses dan sendawa yang berbau busuk.
The symptoms of this drug are of an asthenic type, simulating low fevers, septic conditions of the blood, malarial poisoning and extreme prostration. Indescribable sick feeling. Great muscular soreness and putrid phenomena always are present. All the secretions are offensive-breath, stool, urine, sweat, etc. Epidemic influenza. Chronic intestinal toxaemias of children with fetid stools and eructations.
Baptisia dalam pengenceran rendah menghasilkan semacam antibodi terhadap kuman tifoid (bac typhosus), yaitu aglutinin (Mellon). Dengan demikian, remedi ini meningkatkan daya tahan alami tubuh terhadap serangan keracunan oleh basil, yang menimbulkan sindrom tifoid. Orang pembawa kuman tifoid. Setelah vaksinasi (inokulasi) dengan serum antitifoid. Denyut nadi yang terputus-putus (intermiten), terutama pada orang lanjut usia.
Baptisia in low dilutions produces a form of anti-bodies to the bac typhosus, viz, the agglutinins (Mellon). Thus it raises the natural bodily resistance to the invasion of the bacillary intoxication, which produces the typhoid syndrome. Typhoid carriers. After inoculation with anti-typhoid serum. Intermittent pulse, especially in the aged.
MentalMind
Perasaan liar dan pikiran melayang-layang. Tidak mampu berpikir. Kebingungan mental. Pikiran kacau. Ilusi seolah-olah kepribadiannya terbelah. Mengira tubuhnya pecah atau menjadi dua, lalu berguling-guling di tempat tidur berusaha menyatukan kembali potongan-potongan tubuhnya (Cajeput). Mengigau (delirium), meracau, bergumam. Sama sekali acuh tak acuh. Tertidur saat sedang diajak bicara. Murung (melankolia), disertai keadaan setengah sadar (stupor).
Wild, wandering feeling. Inability to think. Mental confusion. Ideas confused. Illusion of divided personality. Thinks he is broken or double, and tosses about the bed trying to get pieces together (Cajeput). Delirium, wandering, muttering. Perfect indifference. Falls asleep while being spoken to. Melancholia, with stupor.
KepalaHead
Rasa bingung, seperti melayang. Pusing berputar (vertigo); rasa tertekan di pangkal hidung. Kulit dahi terasa tegang; seakan tertarik ke belakang kepala. Kepala terasa terlalu besar, berat, dan mati rasa. Bola mata terasa sakit. Otak terasa sakit seperti memar. Setengah sadar; tertidur saat diajak bicara. Tuli sudah muncul sejak tahap awal pada keadaan tifoid. Kelopak mata terasa berat.
Confused, swimming feeling. Vertigo; pressure at root of nose. Skin of forehead feels tight; seems drawn to back of head. Feels too large, heavy, numb. Soreness of eyeballs. Brain feels sore. Stupor; falls asleep while spoken to. Early deafness in typhoid conditions. Eyelids heavy.
WajahFace
Wajah tampak linglung seperti orang mabuk. Merah gelap. Nyeri di pangkal hidung. Otot rahang kaku.
Besotted look. Dark red. Pain at root of nose. Muscles of jaw rigid.
MulutMouth
Rasa di mulut hambar dan pahit. Gigi dan gusi sakit, disertai luka-luka (ulkus). Napas berbau busuk. Lidah terasa seperti terbakar; berwarna cokelat kekuningan; tepinya merah dan mengilap. Kering dan cokelat di bagian tengah, dengan tepi yang kering dan berkilau; permukaannya pecah-pecah dan perih. Hanya bisa menelan cairan; sedikit saja makanan padat langsung membuat tersedak.
Taste flat, bitter. Teeth and gums sore, ulcerated. Breath fetid. Tongue feels burned; yellowish-brown; edges red and shining. Dry and brown in center, with dry and glistening edges; surface cracked and sore. Can swallow liquids only; least solid food gags.
TenggorokanThroat
Amandel (tonsil) dan langit-langit lunak berwarna merah gelap. Kerongkongan (esofagus) terasa menyempit dan mengerut (Cajeput). Sangat sulit menelan makanan padat. Radang tenggorokan tanpa rasa nyeri, disertai keluarnya cairan berbau busuk. Penyempitan pada lubang masuk lambung (kardia).
Dark redness of tonsils and soft palate. Constriction, contraction of oesophagus (Cajeput). Great difficulty in swallowing solid food. Painless sore throat, and offensive discharge. Contraction at cardiac orifice.
LambungStomach
Hanya bisa menelan cairan; muntah karena kejang kerongkongan. Demam lambung (demam gastrik). Tidak nafsu makan. Selalu ingin minum air. Rasa lemas dan kosong di lambung. Nyeri di daerah ulu hati (epigastrium). Rasa seperti ada benda keras di dalamnya (Abies nig). Semua gejala memburuk karena minum bir (Kali bich). Lubang masuk lambung mengerut kejang, dan terjadi radang disertai luka (ulseratif) pada lambung dan usus.
Can swallow only liquids, vomiting due to spasm of oesophagus. Gastric fever. No appetite. Constant desire for water. Sinking feeling at stomach. Pain in epigastric region. Feeling of hard substance (Abies nig). All symptoms worse from beer (Kali bich). Cardiac orifice contracted convulsively and ulcerative inflammation of stomach and bowels.
PerutAbdomen
Sisi kanan sangat jelas terkena. Perut menggembung dan berbunyi keroncongan. Nyeri tekan di daerah kandung empedu, disertai diare. Feses sangat berbau busuk, encer, berwarna gelap, berdarah. Perut terasa sakit di daerah hati. Disentri pada orang lanjut usia.
Right side markedly affected. Distended and rumbling. Soreness over region of gall-bladder, with diarrhoea. Stools very offensive, thin, dark, bloody. Soreness of abdomen, in region of liver. Dysentery of old people.
WanitaFemale
Ancaman keguguran akibat tekanan batin (depresi), syok, kurang tidur karena berjaga malam, atau demam ringan yang melemahkan tubuh. Menstruasi datang terlalu cepat dan terlalu banyak. Cairan nifas (lokia) membuat perih dan berbau busuk. Demam nifas (demam puerperal).
Threatened miscarriage from mental depression, shock, watching, low fevers. Menses too early, too profuse. Lochia acrid, fetid. Puerperal fever.
PernapasanRespiratory
Paru-paru terasa terhimpit, sulit bernapas; mencari jendela yang terbuka. Takut tidur karena mimpi buruk dan rasa tercekik. Dada terasa sesak menyempit.
Lungs feel compressed, breathing difficult; seeks open window. Fears going to sleep on account of nightmare and sense of suffocation. Constriction of chest.
Punggung dan EkstremitasBack and Extremities
Leher terasa lelah. Kaku dan nyeri, pegal dan rasa tertarik di lengan dan tungkai. Nyeri di tulang kelangkang (sakrum), di sekitar pinggul dan tungkai. Terasa pegal dan sakit seperti memar. Luka baring (dekubitus).
Neck tired. Stiffness and pain, aching and drawing in arms and legs. Pain in sacrum, around hips and legs. Sore and bruised. Decubitus.
TidurSleep
Tidak bisa tidur dan gelisah. Mimpi buruk dan mimpi yang menakutkan. Tidak bisa menyatukan dirinya, merasa tubuhnya tercerai-berai di atas tempat tidur. Tertidur saat sedang menjawab pertanyaan.
Sleepless and restless. Nightmare and frightful dreams. Cannot get herself together, feels scattered about bed. Falls asleep while answering a question.
KulitSkin
Bercak-bercak kebiruan seperti lebam di seluruh tubuh dan anggota badan. Rasa terbakar dan panas pada kulit (Arsenic). Borok busuk disertai keadaan setengah sadar, mengigau lirih, dan lemas sekali.
Livid spots all over body and limbs. Burning and heat in skin (Arsenic). Putrid ulcers with stupor, low delirium and prostration.
DemamFever
Menggigil, disertai nyeri rematik dan rasa sakit di seluruh tubuh. Panas di seluruh tubuh, sesekali disertai menggigil. Menggigil sekitar pukul 11 pagi. Demam yang sangat melemahkan tubuh (adinamik). Demam tifus bercak. Demam kapal (demam yang berjangkit di atas kapal).
Chill, with rheumatic pains and soreness all over body. Heat all over, with occasional chills. Chill about 11 am.Adynamic fevers. Typhus fever. Shipboard fever.
ModalitasModalities
Memburuk: panas yang lembap; kabut; di dalam ruangan.
Worse; Humid heat; fog; indoors.
HubunganRelationship
Bandingkan: Bryonia dan Arsenic mungkin diperlukan untuk menyempurnakan reaksi penyembuhan yang baik. Ailanthus berbeda, karena lebih banyak nyeri. Baptisia cenderung tanpa nyeri. Rhus; Muriat acid; Arsenic; Bryon; Arnica; Echinac. Pyrogen.
Compare: Bryonia and Arsenic may be needed to complete the favorable reaction. Ailanthus differs, being more painful. Baptisia more painless. Rhus; Muriat acid; Arsenic; Bryon; Arnica; Echinac. Pyrogen.
Baptisia confusia (nyeri di rahang kanan dan rasa tertekan di perut kiri atas di bawah rusuk, yang menimbulkan sesak napas sehingga pasien terpaksa mengambil posisi tegak).
Baptisia confusia (Pain in right jaw and oppression in left hypochondrium, producing dyspnoea and necessity to assume erect position).
DosisDose
Tingtur hingga pengenceran kedua belas. Daya kerjanya agak singkat.
Tincture, to twelfth attenuation. Has rather short action.