Materia Medica Indonesia

Diphtherinum

Virus Difteri yang DipotensikanPotentized Diphtheritic Virus

Sumber asli ↗

Gambaran UmumOverview

Cocok untuk pasien yang mudah terkena radang selaput lendir (katar) pada saluran pernapasan, dan untuk orang dengan bawaan skrofula. Difteri, difteri pada pangkal tenggorokan (laring), kelumpuhan setelah difteri. Bersifat ganas sejak awal. Kelenjar bengkak; lidah merah dan bengkak; napas dan cairan yang keluar berbau sangat busuk. Selaput difteri tebal dan berwarna gelap. Mimisan (epistaksis); lemas sekali sampai tak berdaya. Menelan tanpa rasa sakit, tetapi cairan dimuntahkan atau keluar kembali lewat hidung.

Adapted to patients prone to catarrhal affections of respiratory organs, scrofulous individuals. Diphtheria, laryngeal diphtheria, post-diphtheritic paralysis. Malignancy from the start. Glands swollen; tongue red, swollen; breath and discharge very offensive. Diphtheritic; membrane thick, dark. Epistaxis; profound prostration. Swallows without pain, but fluids are vomited or returned by the nose.

HubunganRelationship

Bandingkan: Diphtherotoxin (Cahis) (Bronkitis menahun disertai bunyi napas berderak (ronki). Cartier menganjurkannya pada bronkitis bentuk vago-paralitik pada orang lanjut usia, atau pada bronkitis toksik setelah influenza).

Compare: Diphtherotoxin (Cahis) (Chronic bronchitis with rales. Cartier suggests it in the vago-paralytic forms of Bronchitis of the aged or in toxic bronchitis after grip).

DosisDose

Potensi ketiga puluh, ke-200, atau C. M. Tidak boleh diulang terlalu sering.

Thirtieth, two hundredth or C. M potency. Must not be repeated too frequently.