Epigea Repens
Arbutus MerambatTrailing Arbutus
Gambaran UmumOverview
Radang kandung kemih (sistitis) menahun, disertai nyeri saat buang air kecil (disuria); rasa terus ingin berkemih dan mengejan (tenesmus) setelah buang air kecil; endapan lendir bernanah dan asam urat, pasir kemih, batu ginjal. Pasir halus berwarna cokelat dalam urin. Rasa terbakar di leher kandung kemih saat buang air kecil, dan tenesmus sesudahnya. Radang piala ginjal (pielitis), tidak bisa menahan kencing (inkontinensia urin). Bunyi seperti katak berkuak dan keroncongan di usus.
Chronic cystitis, with dysuria; tenesmus after micturition; muco-pus and uric-acid deposit, gravel, renal calculi. Fine sand in urine of a brown color. Burning in neck of bladder whilst urinating and tenesmus afterward. Pyelitis, incontinence of urine. Croaking noise and rumbling in bowels.
HubunganRelationship
Bandingkan: Uva, Chimaph, Lyc; Pareira. Epigea mengandung Arbutin, juga asam format.
Compare: Uva, Chimaph, Lyc; Pareira. Epigea contains Arbutin, also Formic acid.
DosisDose
Tingtur dengan dosis 5 tetes setiap tiga jam.
Tincture in 5-drop doses every three hours.