Materia Medica Indonesia

Grindelia Robusta

Kayu ResinRosin-wood

Sumber asli ↗

Gambaran UmumOverview

(GRINDELIA)

(GRINDELIA)

Baik Grindelia robusta maupun Grindelia squarrosa telah digunakan untuk gejala-gejala yang dicatat di sini. Praktis tidak ada perbedaan dalam kerja keduanya, meskipun G. Squarrosa dianggap lebih banyak menimbulkan gejala pada limpa, nyeri tumpul dan rasa penuh di perut kiri atas di bawah tulang rusuk (hipokondrium kiri); malaria menahun (kronis); nyeri lambung yang berkaitan dengan bendungan darah di limpa (kongesti limpa). Menimbulkan kelumpuhan (paralisis) yang dimulai dari anggota gerak. Kerjanya terlihat pada jantung: mula-mula mempercepat denyutnya, kemudian memperlambatnya.

Both Grindelia robusta and Grindelia squarrosa have been used for the symptoms here recorded. There is practically no difference in their action, although the G. Squarrosa is credited with more splenic symptoms, dull pains and fullness in left hypochondrium; chronic malaria; gastric pains associated with splenic congestion. Induces paralysis, beginning in extremities Its action is shown on the heart first quickening, then retarding it.

Bekerja pada cabang saraf pneumogastrik (saraf vagus) yang menuju jantung dan paru-paru, pada radang selaput lendir (katar) yang kering (Tart Emetic pada katar yang berlendir dan bernanah). Menimbulkan kelumpuhan sebagian (paresis) pada saraf pneumogastrik sehingga mengganggu pernapasan. Rasa sesak seperti dibekap setelah jatuh tertidur. Keadaan seperti asma, radang saluran napas (bronkitis) menahun. Banyak dahak keluar dari saluran napas (bronkorea), dengan lendir yang liat dan sulit dikeluarkan. Menaikkan tekanan darah. Mual dan muntah-muntah kosong pada tukak lambung. Ada gula dalam urin. Antidot yang ampuh terhadap keracunan Rhus, baik dipakai di luar (lokal) maupun diminum; juga untuk luka bakar, lepuh, radang selaput lendir vagina, dan cacar ular (herpes zoster). Asam lambung berlebihan (hiperklorhidria) bila disertai gejala asma dan gejala saraf (neurotik) lainnya. Selaput lendir lambung penuh darah (hiperemia), disertai sulit bernapas.

Acts on the cardio-pulmonary distribution of the pneumo-gastric in dry catarrh (Tart Emetic in muco-purulent). Produces a paresis of the pneumo-gastric, interfering with respiration. Smothering after falling asleep. Asthmatic conditions, chronic bronchitis. Bronchorrhoea with tough mucus, difficult to detach. Raises the blood pressure. Nausea and retching of gastric ulcer. Sugar in urine. An effective antidote to Rhus-poisoning, locally and internally; also for burns, blisters, vaginal catarrh and herpes zoster. Hyperchlorhydria when attended with asthmatic and other neurotic symptoms. Hyperaemia of gastric mucous membrane with difficult respiration.

PernapasanRespiratory

Remedi yang manjur untuk napas berbunyi mengi dan dada terasa sesak pada penderita bronkitis. Bunyi napas mendesis (ronki sibilan) terdengar tersebar di dada, disertai lendir berbusa yang sangat sulit dikeluarkan. Bekerja pada peredaran darah paru-paru. Asma, disertai dahak liat yang banyak, dan keluarnya dahak itu terasa melegakan. Napas berhenti saat jatuh tertidur; terbangun dengan terkejut, lalu terengah-engah mencari udara. Harus duduk tegak agar bisa bernapas. Tidak bisa bernapas saat berbaring. Batuk rejan (pertusis), disertai banyak lendir (Coccus). Banyak dahak dari saluran napas, berupa dahak berlendir yang liat dan agak putih. Bunyi napas mendesis. Jantung dan pernapasan lemah. Tidak bisa bernapas sambil berbaring. Pernapasan Cheyne-Stokes (napas makin dalam lalu makin dangkal hingga berhenti sejenak, berulang-ulang).

An efficacious remedy for wheezing and oppression in bronchitic patients. The sibilant rales are disseminated with foamy mucus, very difficult to detach. Acts on the pulmonary circulation. Asthma, with profuse tenacious expectoration, which relieves. Stops breathing when falling asleep; wakes with a star, and gasps for breath. Must sit up to breathe. Cannot breathe when lying down. Pertussis, with profuse mucous secretion (Coccus). Bronchorrhoea, with tough, whitish, mucous expectoration. Sibilant rales. Weak heart and respiration. Cannot breathe lying down. Cheyne-Stokes respiration.

LimpaSpleen

Nyeri seperti diiris di daerah limpa, menjalar ke pinggul. Limpa membesar (Ceanoth; Carduus).

Cutting pain in region of spleen, extending to hips. Spleen enlarged (Ceanoth; Carduus).

KulitSkin

Ruam seperti roseola (bercak-bercak merah muda), disertai rasa terbakar dan gatal yang hebat. Ruam berupa lepuh-lepuh kecil (vesikel) dan bintil-bintil (papula). Cacar ular. Gatal dan rasa terbakar. Ruam akibat tumbuhan ek beracun (dipakai secara lokal sebagai air pembasuh). Borok (ulkus), disertai kulit yang bengkak dan keunguan.

Rash, like roseola, with severe burning and itching. Vesicular and papular eruptions. Herpes zoster. Itching and burning. Poison oak (locally as a wash). Ulcers, with swollen, purplish skin.

HubunganRelationship

Bandingkan: Tart-emet. Eriodictyon; Lach; Sanguinar.

Compare: Tart-emet. Eriodictyon; Lach; Sanguinar.

DosisDose

Tingtur dengan dosis 1 hingga 15 tetes, juga potensi rendah.

Tincture in 1 to 15 drop doses, also lower potencies.