Materia Medica Indonesia

Heloderma

Kadal Berbisa Monster GilaGila Monster

Sumber asli ↗

Gambaran UmumOverview

Gigitannya menimbulkan kelumpuhan yang disertai mati rasa, mirip penyakit gemetar Parkinson (paralisis agitans) atau gangguan koordinasi gerak akibat kerusakan sumsum tulang belakang (ataksia lokomotor). Tidak ada fase kejang kaku (tetanik) — suatu keadaan yang gejala objektifnya hampir berkebalikan dengan Hydrocy acid atau Strychnia. Efek obat ini yang paling tidak biasa terlihat pada mata tikus. Bola mata menjadi lebih menonjol dan kornea menjadi keruh. Mata menonjol (eksoftalmus) ini disebabkan oleh tekanan darah di belakang bola mata (Boyd). Secara homeopatik, remedi ini diindikasikan pada banyak bentuk penyakit yang ditandai rasa dingin yang hebat — dingin seperti di "kutub". Gelombang rasa mulas (kolik) dari belakang kepala (oksiput) sampai ke kaki, atau sebaliknya naik ke atas.

The result of the bite is a benumbing paralysis like paralysis agitans or locomotor ataxia. There is no tetanic phase-a condition almost reverse in objective symptoms to Hydrocy acid or Strychnia. The most unusual action of the drug is noted upon the eye of the mouse. The eyeball becomes more prominent and the cornea opacities. The exophthalmus is due to the pressure of the blood behind the eyeball (Boyd). Homeopathically, it is indicated in many forms of disease characterized by great coldness-"arctic" coldness. Colic waves from occiput to feet or ascending.

WajahFace

Rasa dingin seperti ada yang merayap, seolah-olah otot-otot wajah menegang.

Cold crawling feeling, as if facial muscles were tight.

MulutMouth

Lidah dingin, nyeri bila disentuh, dan kering. Sangat haus. Sulit menelan. Napas terasa dingin.

Tongue cold, tender, and dry. Very thirsty. Swallowing difficult. Breath cold.

DadaChest

Rasa dingin di paru-paru dan di jantung. Jantung berdegup keras, lambat, dan terasa berat (seperti bekerja susah payah).

Cold feeling in lungs and in heart. Slow labored thumping of heart.

PunggungBack

Rasa dingin melintang di kedua tulang belikat (skapula). Rasa terbakar di sepanjang tulang belakang.

Coldness across scapulae. Burning along spine.

EkstremitasExtremities

Mati rasa dan gemetar. Tangan membiru (sianosis). Rasa dingin. Sensasi seolah-olah berjalan di atas spons, dan seolah-olah kaki bengkak. Jalan terhuyung-huyung. Cara berjalan seperti ayam jantan. Saat berjalan, kaki diangkat lebih tinggi dari biasanya dan tumit dijejakkan dengan keras. Kaki sedingin es atau terasa terbakar. Meregangkan badan meredakan nyeri di otot dan anggota gerak.

Numbness and trembling. Cyanosis of hands. Coldness. Sensation as if walking on sponge, and as if feet were swollen. Staggering gait. Cock's gait. When walking, lifts feet higher than usual, and puts down heel hard. Feet cold as ice or burn. Stretching relieves pains in muscles and limbs.

DemamFever

Rasa dingin di dalam tubuh, seolah-olah membeku sampai mati. Rasa dingin melingkar seperti cincin di sekeliling tubuh. Gelombang rasa dingin (Abies c; Acon). Bercak-bercak yang terasa dingin. Dingin seperti di kutub. Suhu tubuh di bawah normal — 96°F (Camph).

Internal coldness, as if frozen to death. Cold rings around body. Cold waves (Abies c; Acon). Cold spots. Arctic coldness. Temperature subnormal-96° (Camph).

HubunganRelationship

Bandingkan: Lacerta – kadal hijau (ruam kulit. Lepuh-lepuh kecil di bawah lidah. Ketajaman pikiran meningkat. Sulit menelan. Air liur terus-menerus menumpuk di mulut. Mual; tekanan hebat di lambung). Camphor; Lachesis.

Compare: Lacerta-Green Lizard (skin eruptions. Vesicles under tongue. Increased mental acumen. Difficult swallowing. Constant accumulation of saliva in the mouth. Nausea; violent pressure in stomach). Camphor; Lachesis.

DosisDose

Potensi ketiga puluh.

Thirtieth potency.